Bali, 28 Maret 2026 – Kegiatan study tour atau kunjungan edukatif ke Bali untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) baru-baru ini mendapatkan perhatian publik. Salah satu tokoh yang mengapresiasi kegiatan ini adalah Dedi Mulyadi, yang menyebut pengalaman belajar sambil berwisata ini “keren banget”.
Acara study tour ini melibatkan ratusan siswa dari berbagai sekolah di Indonesia, dengan tujuan memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, serta praktik kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial melalui berbagai program interaktif di lapangan.
Dedi Mulyadi menambahkan, “Belajar tidak harus selalu di kelas. Dengan melihat langsung budaya, sejarah, dan lingkungan sekitar, siswa bisa lebih mudah memahami konsep PPKn dengan cara yang menyenangkan.” Pernyataan ini pun disambut antusias oleh para guru dan orang tua siswa, karena kegiatan edukatif ini menggabungkan pembelajaran formal dengan pengalaman nyata di lapangan.
Para peserta study tour juga diajak mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah dan budaya di Bali, seperti Pura Besakih, Taman Budaya, hingga desa-desa adat yang masih mempertahankan tradisi lokal. Aktivitas ini tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka akan keberagaman budaya di Indonesia.
Dengan konsep learning by doing yang diterapkan, kegiatan study tour ke Bali ini menjadi model pembelajaran inovatif yang bisa dijadikan inspirasi bagi sekolah lain. Para siswa tidak hanya mendapat ilmu tentang PPKn, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membekas sepanjang hidup mereka.



