Temuan Baru Ungkap Planet Mirip Bumi Bisa Terbentuk Jauh Lebih Awal
Temuan baru mengubah pemahaman ilmuwan tentang awal pembentukan planet. Planet berbatu seperti Bumi ternyata bisa mulai terbentuk jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Penelitian dari University of Portsmouth menggunakan simulasi untuk mempelajari alam semesta awal. Hasilnya menunjukkan kondisi pembentukan planet mungkin sudah tersedia sekitar 100 juta tahun setelah Big Bang.
Sebelumnya, pembentukan dunia berbatu dianggap membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang. Salah satu alasannya adalah keterbatasan unsur berat pada alam semesta muda.
Namun, penelitian terbaru memberikan gambaran berbeda.
Bintang Pertama Punya Peran Penting
Para peneliti mempelajari peran bintang generasi pertama atau Population III. Bintang tersebut diperkirakan memiliki massa sangat besar.
Setelah kehabisan bahan bakar, sebagian bintang itu meledak sebagai supernova. Ledakan tersebut kemudian menyebarkan berbagai unsur berat ke ruang angkasa.
Selain itu, material seperti karbon, oksigen dan besi ikut tersebar. Unsur-unsur tersebut sangat penting dalam pembentukan planet berbatu.
Salah satu jenis ledakan yang diteliti adalah pair-instability supernova. Ledakan ini dapat menghasilkan unsur berat dalam jumlah sangat besar.
Selanjutnya, material tersebut dapat berkumpul di sekitar bintang muda. Dari sinilah piringan pembentuk planet berpotensi muncul.
Material untuk Membentuk Planet Mirip Bumi
Dalam simulasi, ilmuwan menemukan sebuah piringan di sekitar bintang. Massa bintang tersebut sekitar 70 persen dari massa Matahari.
Menariknya, piringan itu memiliki material padat yang cukup besar. Jumlahnya bahkan berpotensi menghasilkan beberapa massa Bumi.
Selain material padat, para peneliti menemukan keberadaan air dalam simulasi tersebut. Temuan ini menarik karena air merupakan salah satu unsur penting dalam pembahasan mengenai kelayakhunian planet.
Namun, keberadaan air tidak otomatis membuktikan adanya kehidupan. Temuan tersebut hanya menunjukkan bahwa beberapa bahan penting dapat tersedia sejak masa sangat awal.
Mengubah Pemahaman tentang Alam Semesta Awal
Menurut Daniel Whalen dari University of Portsmouth, hasil penelitian menunjukkan cikal bakal planet terestrial mungkin muncul sekitar 100 juta tahun setelah Big Bang.
Dengan demikian, alam semesta muda mungkin mampu membentuk dunia berbatu lebih cepat dari dugaan sebelumnya.
Temuan ini juga membuka pertanyaan baru bagi astronom. Jika planet dapat terbentuk begitu dini, dunia dengan kondisi yang berpotensi layak huni mungkin juga muncul lebih awal dalam sejarah kosmik.
Meski demikian, hasil penelitian berbasis simulasi ini bukan bukti bahwa planet layak huni benar-benar sudah ada pada masa tersebut. Sebaliknya, penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi untuk pembentukan planet dapat muncul jauh lebih dini daripada yang selama ini diperkirakan.
